Panduan Lengkap NFT: Definisi, Cara Kerja, dan Cara Belinya

Saat ini, NFT tengah merasakan lonjakan popularitas di dunia aset digital. Dan para seniman digital (digital artist) merasakan sendiri bagaimana hidup mereka mengalami perubahan drastis berkat audiens crypto yang bermunculan. Tak hanya itu saja, para selebritis juga memanfaatkan tren ini sebagai sebuah peluang baru untuk terhubung dengan para fans.

Hanya saja, digital art hanyalah salah satu cara penggunaan NFT. Pasalnya, NFT dapat pula digunakan untuk mewakili kepemilikan segala jenis aset yang unik, selayaknya hak milik barang baik di ranah digital maupun fisik.

Seandainya saja seniman terkenal Andy Warhol terlahir di akhir tahun 90an, ia mungkin sudah membuat salah satu karya seni ikoniknya, Campbell’s Soup, sebagai NFT. Dan barangkali bahkan kita hanya tinggal menunggu waktu sampai akhirnya Kanye melakukan hal tersebut.

Akan tetapi, apa yang dimaksud dengan NFT, ya? Dalam ulasan berikut ini, Anda bisa temukan penjelasan lengkap mengenai topik ini, termasuk definisi, cara kerjanya, hingga di mana dan bagaimana cara membelinya. Selamat membaca!

Apa Itu NFT?

NFT merupakan token yang dapat kita gunakan untuk menunjukkan kepemilikan atas barang unik tertentu. Contohnya karya seni, barang koleksi, dan bahkan real estate. Dan masing-masing barang tersebut hanya bisa dimiliki oleh seorang pemilik saja pada satu waktu, yang diamankan oleh blockchain. Dengan begitu, tak ada seorangpun yang bisa memodifikasi catatan kepemilikan tersebut, maupun meng-copy dan paste NFT baru.

Istilah ini sendiri merupakan singkatan dari non-fungible token. Maksud dari istilah “nun-fungible” di sini adalah sebuah istilah ekonomi yang bisa dipergunakan untuk menjelaskan barang atau item seperti furnitur, file lagu, atau komputer maupun gadget Anda. Dan barang/item tersebut tidak bisa dipertukarkan karena masing-masing memiliki kepemilikan yang unik.

Kebalikan dari “non-fungible” adalah “fungible”, yang mengacu pada barang atau item yang bisa dipertukarkan. Pasalnya, barang fungible ini dijelaskan oleh nilai, dan bukannya kepemilikan yang unik. Sebagai contoh, mata uang fisik maupun crypto termasuk dalam kategori barang fungible ini – misalnya 1 dolar AS senilai dengan Rp 14.000, sehingga 1 dolar AS bisa Anda dapatkan dengan menukarkan Rp 14.000.

Era Internet untuk Aset

NFT dapat menjadi solusi dan jawaban atas berbagai masalah yang ada di dunia digital saat ini. Karena segalanya saat ini menjadi lebih digital, para pengguna internet membutuhkan cara untuk menyalin atau mereplikasi kepemilikan barang fisik seperti scarcity (kelangkaan), uniqueness (keunikan), dan proof of ownership (bukti kepemilikan).

Baca Selengkapnya  Peluang investasi NFT dan keuntungannya

Tak hanya itu saja, barang digital seringkali hanya bisa digunakan sesuai dengan konteks produknya itu sendiri. Sebagai contoh, Anda tidak bisa menjual kembali file mp3 iTunes yang sudah Anda beli. Contoh lain, Anda tidak bisa benar-benar mempertukarkan poin atau koin dari program loyalitas satu aplikasi dengan poin di aplikasi lain, bahkan meskipun ada pasarnya sekalipun.

Untuk membantu Anda memahami NFT dengan lebih baik, coba simak daftar perbandingan berikut ini antara NFT dengan mayoritas internet saat ini.

  1. Internet era NFT.
  • Masing-masing NFT unik secara digital, sehingga tidak ada NFT yang sama.
  • Masing-masing NFT harus mempunyai pemilik, dan kepemilikan ini menjadi catatan publik yang mudah diverifikasi setiap orang.
  • Penggunaan NFT kompatibel dengan segala jenis aset yang dibuat menggunakan atau tersedia di platform di mana NFT tersebut diperoleh.
  • Para kreator konten (content creator) bisa menjual karya mereka di mana saja dan mengakses pasar global.
  • Para kreator bisa mempertahankan hak kepemilikan atas karya mereka, serta mengklaim royalti atas penjualan ulang (resale) secara langsung.
  1. Internet saat ini.
  • Semua salinan file — .mp3, .jpg, dan sebagainya – sama seperti file aslinya.
  • Catatan kepemilikan atas barang digital disimpan di dalam server yang dikelola oleh pihak ketiga, sehingga pemilik tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan secara langsung.
  • Perusahaan yang memiliki barang digital harus membangun sendiri infrastruktur mereka. Sebagai contoh, aplikasi yang menerbitkan tiket digital untuk sebuah acara harus membangun sendiri infrastruktur untuk pertukaran tiket tersebut.
  • Para kreator sepenuhnya bergantung pada infrastruktur dan distribusi dari platform yang mereka gunakan, yang mengharuskan mereka tunduk pada syarat penggunaan (terms of use) dan bahkan sering kali ada pembatasan geografis.
  • Berbagai platform – seperti layanan streaming lagu – menahan mayoritas laba dari penjualan.

Mengingat bahwa NFT sendiri merupakan dunia yang terbilang masih sangat baru, wajar jika Anda saat ini masih merasa kebingungan untuk memahaminya. Secara teori, cakupan NFT adalah segala hal yang unik dan membutuhkan kepemilikan yang dapat dibuktikan (provable ownership).

Untuk membantu Anda memahami lebih jelas mengenai NFT, berikut ini adalah beberapa contohnya yang sudah ada di dunia nyata saat ini, yaitu:

  • Karya seni digital yang unik.
  • Sepatu sneaker unik dari lini fashion yang hanya ada dalam waktu terbatas.
  • Item di dalam game (in-game item).
  • Barang koleksi digital.
  • Nama domain.
  • Tiket yang memberikan akses bagi pemiliknya ke sebuah acara.
Baca Selengkapnya  Metaverse NFT: Teknologi yang Membuat Investasi Kripto Anda Meningkat

Bagaimana Cara Kerja NFT?

NFT berbeda dengan token ERC-20, seperti DAI atau LINK, di mana masing-masing token sepenuhnya unik dan tidak bisa dibagi-bagi. Dengan NFT, pemiliknya dapat menentukan atau mengklaim kepemilikan atas segala jenis data digital, dan kepemilikan tersebut dapat dilacak atau di-track oleh blockchain. Token ini diterbitkan dari objek digital sebagai sebuah representasi atas aset digital maupun non-digital.

Sebagai contoh, NFT bisa merepresentasikan barang atau item sebagai berikut:

  1. Seni digital, seperti:
  • Musik
  • Video
  • Barang koleksi.
  • GIF
  1. Barang fisik yang ada di dunia nyata, seperti:
  • Dokumen kepemilikan mobil.
  • Tiket acara.
  • Faktur yang ditokenkan.
  • Dokumen-dokumen resmi.
  • Tanda tangan.

Dan masih ada banyak opsi lainnya, sesuai dengan kreativitas para pemiliknya.

Masing-masing NFT hanya bisa dimiliki oleh 1 (satu) orang saja dalam satu waktu. Untuk membuktikannya, kepemilikan dikelola melalui uniqueID dan metadata yang tidak bisa direplikasi oleh token lainnya. NFT dibuat melalui smart contract yang menunjuk kepemilikan dan mengelola perpindahan dari NFT tersebut.

Ketika seseorang membuat atau menerbitkan NFT, ia akan mengeksekusi kode yang disimpan di dalam smart contract yang sejalan dengan berbagai standar, seperti ERC-721. Informasi tersebut kemudian ditambahkan ke blockchain di mana NFT dikelola.

Dalam proses penerbitannya, langkah-langkah yang diterapkan adalah sebagai berikut, dimulai dari level yang paling tinggi:

  1. Menciptakan sebuah blok baru.
  2. Melakukan validasi informasi.
  3. Mencatat atau merekam informasi tersebut di dalam blockchain.

Ada beberapa karakteristik unik yang dimiliki oleh NFT, yaitu:

  • Masing-masing token diterbitkan sebagai tanda identifikasi yang unik, dan terhubung secara langsung ke sebuah alamat blockchain di mana token tersebut dibuat.
  • Masing-masing token tidak bisa dipertukarkan secara langsung dengan token lainnya dengan perbandingan 1:1. Sebagai contoh, kalau selembar uang 1 dolar AS sama nilainya dengan selembar uang 1 dolar AS lainnya, hal yang sama tidak berlaku untuk NFT.
  • Masing-masing token memiliki seorang pemilik, dan informasi kepemilikan ini dapat diverifikasi dengan mudah.
  • Masing-masing token dibuat di sebuah platform, dan hanya bisa diperjual-belikan di pasar NFT platform tersebut.
Baca Selengkapnya  Cara Membuat NFT untuk Meraup Passive Income dan Semua Hal Tentangnya

Dengan kata lain, apabila Anda memiliki NFT, artinya:

  • Anda bisa dengan mudah menunjukkan bahwa Anda memilikinya.

Cara membuktikan kepemilikan NFT Anda sangat mirip dengan cara membuktikan kepemilikan Anda atas barang apapun. Sebagai contoh, misalnya Anda membeli sebuah NFT, kepemilikan atas token unik tersebut kemudian akan ditransfer ke wallet Anda melalui alamat publik.

  • Token sebagai bukti kepemilikan.

Token yang Anda beli tersebut menunjukkan bahwa salinan file digital yang Anda miliki adalah file original atau asli. Private key Anda menjadi bukti kepemilikan dari file original tersebut.

Sementara itu, public key milik content creator menjadi sertifikat keaslian untuk barang digital tertentu. Public key ini pada dasarnya merupakan bagian permanen dari histori token tersebut, dan bisa membuktikan bahwa token yang Anda miliki memang dibuat oleh individu tertentu (berkebalikan dari token palsu).

  • Token dapat dijual atau dipertahankan (ditahan).

Anda bisa saja menjual token Anda – dalam hal ini, kreator aslinya akan mendapatkan royalti dari penjualan token tersebut. Atau, Anda bisa menahan atau menyimpan tokennya selama yang Anda mau.

Dan apabila Anda membuat NFT, maka:

  • Anda bisa dengan mudah menunjukkan bahwa Anda adalah kreator atau pencipta suatu aset.
  • Anda dapat menentukan kelangkaan atau scarcity dari aset Anda.
  • Anda bisa memperoleh royalti setiap kali token dijual.
  • Anda bisa menjual NFT secara peer-to-peer, atau di platform pasar NFT yang Anda inginkan.

Scarcity NFT

Dalam NFT, kreator lah yang memutuskan tingkat scarcity atau kelangkaan asetnya. Artinya, Anda bisa membatasi ada berapa orang yang bisa memiliki aset yang Anda buat tersebut. Misal hanya 1 saja, 5, 10, 100, 5.000, dan seterusnya. Dan sebagai kreator, Anda juga bisa menentukan sendiri apakah ada aset yang diterbitkan sebagai barang koleksi khusus yang langka, dengan membuat satu copy atau salinan yang berbeda dibandingkan copy lainnya.

Meski demikian, di dalam kasus-kasus seperti ini, masing-masing NFT masih akan memiliki tanda identifikasi unik yang diperuntukkan bagi masing-masing pemiliknya. Aspek kelangkaan NFT sangatlah penting, dan kreator lah yang berhak menentukannya. Jadi, kreator bisa jadi akan membuat masing-masing NFT sepenuhnya unik untuk menciptakan kelangkaan tersebut, atau memproduksi beberapa replika. Terlepas dari apa keputusannya, semua ini dibuat publik alias diketahui secara umum.